Selasa, 29 Juli 2025

SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DI TINGKAT PADUKUHAN DESA PARANGTRITIS, KECAMATAN KRETEK, BANTUL, DIY

Tema: Pengenalan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Berbagai Macam Produk Bernilai Ekonomi

Sampah merupakan sektor penyumbang emisi gas rumah kaca di Indonesia. Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta berpotensi besar menyumbangkan emisi gas rumah kaca dari sampah yang berasal dari sektor rumah tangga, pertanian, peternakan, dan wisata. Dari jumlah rata-rata sampah yang mencapai hampir 500 ton per hari, lebih dari 50 % adalah sampah organik. Timbunan sampah organik di tempat-tempat pembuangan sampah mengalami dekomposisi anaerobik (tanpa oksigen), dan proses ini menghasilkan gas metana, yang merupakan GRK yang sangat kuat. Selain metana, gas rumah kaca yang potensial dihasilkan dari sampah adalah CO₂ yang berasal dari dekomposisi aerobik, pembakaran sampah, transportasi dan pengolahan sampah pada fasilitas pengolahan sampah bermesin yang menggunakan bahan bakar fosil. 

Pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan, seperti pengurangan sampah dari sumbernya, pemilahan, daur ulang, pengomposan, dan teknologi pengolahan sampah yang menghasilkan energi dengan emisi rendah, sangat penting dalam upaya pencegahan (mitigasi) pemanasan global dan perubahan iklim. 

Kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam mengelola sampah perlu terus dilakukan, termasuk yang dilaksanakan di Kalurahan Parangtritis. Sasaran kegiatan ini adalah kelompok-kelompok masyarakat, kelompok-kelompok tani dan peternak, termasuk juga kelompok- kelompok masyarakat yang bekerja di kawasan wisata pantai di Parangtritis. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode sosialisasi (ceramah) tentang pengelolaan sampah yang mencakup pengurangan dan penanganan sampah, dilanjutkan dengan pelatihan ketrampilan mengolah berbagai sampah organik. Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan warga masyarakat Kalurahan Parangtritis dalam mengelola dan mengolah sampah organik.

Kegiatan ini bertujuan untuk: meningkatkan  pengetahuan  masyarakat  tentang  pengelolaan  sampah  organik;  meningkatkan ketrampilan masyarakat dalam mengolah sampah organik rumah tangga yang sudah membusuk dengan untuk menghasilkan kompos, POC, kompos maggot, dan olahan maggot; serta meningkatkan ketrampilan masyarakat dalam mengolah sampah organik buah dan sayuran yang masih segar untuk dibuat eco-enzyme dan produk turunannya (sabun, biopestisida, lulur, dll).

Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul dan Pemerintah Kalurahan Parangtritis. Sasaran dari kegiatan ini adalah ibu-ibu anggota PKK dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kalurahan Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DIY. Pelaksanaan kegiatan adalah hari  Kamis 7 September 2023 dilanjutkan Sabtu-Minggu 9-10 September 2023










Tidak ada komentar:

Posting Komentar