Selasa, 29 Juli 2025

Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Tema: Kuliah Umum, Pengolahan Sampah Rumah Tangga, Demo Pembuatan Eco-enzyme dan Sabun dari Eco-enzyme 

Kuliah umum disertai dengan demo pengolahan sampah organik rumah tangga dilaksanakan atas inisiatif Forum Upcycle Indonesia yang bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu 20 September 2023 di Gedung Jurusan Antropologi FIB UGM. Materi yang diberikan adalah kuliah umum (Franziska Fennert, MA. dari FUI), pengolahan sampah kulit telur menjadi pellet pakan (Zainal Muttaqin, SH. dari Paguyuban Bank Sampah DIY), demo pembuatan eco-enzyme dan pelatihan pembuatan sabun dari eco-enzyme ( Dra. Nike Triwahyuningsih, MP. dari Institut Pertanian INTAN Yogyakarta).







SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DI TINGKAT PADUKUHAN DESA PARANGTRITIS, KECAMATAN KRETEK, BANTUL, DIY

Tema: Pengenalan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Berbagai Macam Produk Bernilai Ekonomi

Sampah merupakan sektor penyumbang emisi gas rumah kaca di Indonesia. Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta berpotensi besar menyumbangkan emisi gas rumah kaca dari sampah yang berasal dari sektor rumah tangga, pertanian, peternakan, dan wisata. Dari jumlah rata-rata sampah yang mencapai hampir 500 ton per hari, lebih dari 50 % adalah sampah organik. Timbunan sampah organik di tempat-tempat pembuangan sampah mengalami dekomposisi anaerobik (tanpa oksigen), dan proses ini menghasilkan gas metana, yang merupakan GRK yang sangat kuat. Selain metana, gas rumah kaca yang potensial dihasilkan dari sampah adalah CO₂ yang berasal dari dekomposisi aerobik, pembakaran sampah, transportasi dan pengolahan sampah pada fasilitas pengolahan sampah bermesin yang menggunakan bahan bakar fosil. 

Pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan, seperti pengurangan sampah dari sumbernya, pemilahan, daur ulang, pengomposan, dan teknologi pengolahan sampah yang menghasilkan energi dengan emisi rendah, sangat penting dalam upaya pencegahan (mitigasi) pemanasan global dan perubahan iklim. 

Kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam mengelola sampah perlu terus dilakukan, termasuk yang dilaksanakan di Kalurahan Parangtritis. Sasaran kegiatan ini adalah kelompok-kelompok masyarakat, kelompok-kelompok tani dan peternak, termasuk juga kelompok- kelompok masyarakat yang bekerja di kawasan wisata pantai di Parangtritis. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode sosialisasi (ceramah) tentang pengelolaan sampah yang mencakup pengurangan dan penanganan sampah, dilanjutkan dengan pelatihan ketrampilan mengolah berbagai sampah organik. Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan warga masyarakat Kalurahan Parangtritis dalam mengelola dan mengolah sampah organik.

Kegiatan ini bertujuan untuk: meningkatkan  pengetahuan  masyarakat  tentang  pengelolaan  sampah  organik;  meningkatkan ketrampilan masyarakat dalam mengolah sampah organik rumah tangga yang sudah membusuk dengan untuk menghasilkan kompos, POC, kompos maggot, dan olahan maggot; serta meningkatkan ketrampilan masyarakat dalam mengolah sampah organik buah dan sayuran yang masih segar untuk dibuat eco-enzyme dan produk turunannya (sabun, biopestisida, lulur, dll).

Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul dan Pemerintah Kalurahan Parangtritis. Sasaran dari kegiatan ini adalah ibu-ibu anggota PKK dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kalurahan Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DIY. Pelaksanaan kegiatan adalah hari  Kamis 7 September 2023 dilanjutkan Sabtu-Minggu 9-10 September 2023










PELATIHAN MENGOLAH SAMPAH ORGANIK MENJADI ECO ENZYME DAN PRODUK TURUNANNYA DI DESA TANGGUNTITI, SELEMADEG KABUPATEN TABANAN BALI

Salah satu masalah lingkungan terbesar adalah sampah, terutama sampah yang bersifat organik. Jenis sampah ini ternyata memiliki potensi untuk diolah menjadi produk ramah lingkungan yang memiliki utilitas cukup banyak, yaitu eco-enzyme. Eco-enzyme sendiri merupakan produk berupa cairan yang mengandung hasil fermentasi bakteri asam laktat pada buah dan sayur. Secara sederhana produk ini dapat dibuat pada skala rumah tangga dengan memanfaatkan sisa-sisa (left-over) buah dan sayur sampah dapur yang sudah tidak digunakan lagi sebagai produk pangan.

Produk ini dapat digunakan sebagai pestisida alami, pupuk organik, cairan pembersih lantai, penjernih air dan pencuci piring (dicampur dengan sedikit deterjen), serta dapat menurunkan suhu mobil jika dicampurkan dalam radiator. Keunggulan-keunggulan produk ini diantaranya memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur; dapat melepaskan residu deposit pada pipa saluran air sehingga mencegah penyumbatan pipa air; dapat menyerap polutan oleh asap rokok, asap kendaraan bermotor, dan sejenisnya.

Keunggulan lain di samping utilitas produk sendiri adalah adanya mekanisme pemanfaatan left-over dari limbah dapur yang bersifat organik dan tidak mengandung minyak sehingga secara langsung produk ini dapat mengurangi jumlah sampah dapur yang terbuang ke tempat pembuangan sementara (TPS) maupun tempat pembuangan akhir (TPA).

Tema kegiatan ini adalah “Berpartisipasi Menjaga Kelestarian Lingkungan melalui Kegiatan Mengolah Sampah, Sampah Jadi Berkah”, yang berarti mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada sampah, serta belajar mengolah sampah di sekitar supaya menjadi berkah; bermanfaat; dan menjadi sumber penghasilan tambahan. 

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas         Pertanian Universitas Udayana Bali (Ir. Wiyanti, MP., Ir. Tati Budi Kusmiyarti, MP., Dr. Ir. Wayan Diara, MS., Dr. Ir. Ketut  Dharma Susila, MS. ) dan Dra. Nike Triwahyuningsih, MP. dari Institut Pertanian INTAN Yogyakarta, yang berkolaborasi dengan Kelompok PKK Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Kabupaten Tabanan. Narasumber untuk pelatihan adalah  dan  Pelaksanaan adalah pada hari Sabtu 19 Agustus 2023 di Banjar Jaka Tebel Desa Tangguntiti Kecamatan Selemadeg Kabupaten Tabanan, Bali.

 











Solusi Kreatif Menangani Sampah Organik Pasar Dengan Berbagai Teknik Pengolahan

Pasar tradisional merupakan sumber sampah yang cukup besar, baik sampah organic maupun non organik. Masih perlu adanya kajian untuk mengetahui potensi pemanfaatannya, termasuk pemanfaatan sampah pasar di Yogyakarta. Timbulan sampah yang semakin menggunung setiap hari, sementara TPA Piyungan ditutup, membutuhkan tindakan yang cepat dan tepat untuk menanganinya.

Pengelolaan sampah juga dilakukan di Pasar Giwangan Kota Yogyakarta. Upaya pengurangan sampah telah dilakukan antara lain melalui pemilahan sampah organik dan non organik, serta pengolahan sampah organik menjadi kompos. Menurut lurah pasar Giwangan, Jawadi, sebagian sampah sayur dan buah busuk pedagang di Pasar Giwangan diambil oleh beberapa warga untuk pakan maggot. Produksi sampah di Pasar Giwangan bisa sampai enam ton tiap paginya, selanjutnya dipilah-pilah oleh petugas kebersihan seperti plastik, kardus, botol air mineral. Sampah organic dan sampah selain kardus, plastik dan botol plastik selama ini dimasukkan ke dalam truk dan selanjutnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan. Namun kalau musim buah, diakuinya sampah yang diangkut bisa lebih dari satu truk atau 6 ton. Dengan pemilahan itu diakuinya cukup mengurangi sampah yang terbuang ke TPA. Meskipun demikian, menurut Sub Koordinator Kebersihan Keamanan Pasar Kelik Novidyanto Wibowo, SE., volume pengurangan dan penanganan sampah khususnya sampah organik  masih belum maksimum.

Mempertimbangkan bahwa sampah organik yang tidak tertangani dapat menimbulkan bahaya bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat, maka sosialisasi dan pelatihan pengolahan sampah organik pasar ini dilaksanakan. Kegiatan ini bertujuan untuk: 1)    meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pengurus dan warga pedagang pasar tentang pengelolaan sampah; 2) meningkatkan ketrampilan warga dalam mengolah sampah organik pasar; 3) memberikan ketrampilan dalam membuat eco-enzyme dari sampah buah-buahan dan sayuran; serta 4) meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengelola lingkungan sekitar.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta di Aula Pasar Giwangan Yogyakarta, dan bekerjasama dengan mahasiswa magang dari AMIKOM Yogyakarta. Tim narasumber adalah Dra. Nike Triwahyuningsih, MP. (Institut Pertanian INTAN Yogyakarta dan para relawan Paguyuban Bank Sampah DIY (Neni Widuri, Tomi W. Pradana) serta relawan EEN Kabupaten Bantul (Hj. Tsalis Siswanti, AMrina Yasmine Shafira, Anindha Tri Rahmawati). Sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan pada Senin 26 Juni 2023. 





 






SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK TURUNAN ECO-ENZYME

Dalam rangka mengembangkan Desa Mitra melalui program kerja yang berkelanjutan, Departemen Sosial Masyarakat BEM FKH UGM Kabinet Rangkai Karsa akan melaksanakan Program Desa Mitra sebagai bentuk pengabdian mahasiswa secara langsung kepada masyarakat, khususnya warga Dusun Dumpuh. Kegiatan Program Desa Mitra 2023 berupa pembuatan produk turunan eco-enzyme, sosialisasi dan program olah sampah, sosialisasi pembuatan produk olahan lele, serta pemantauan pembuatan pakan silase. Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berpartisipasi, baik pihak Dusun Dumpuh maupun pihak mahasiswa FKH UGM.

Kegiatan ini bertujuan untuk: 1) meningkatnya pengetahuan warga Dusun Dumpuh mengenai alternatif pengolahan sampah terutama sampah rumah tangga, dan 2)   warga Dusun Dumpuh dapat mengolah sampah rumah tangga menjadi barang bernilai guna tinggi.

Waktu pelaksanaan adalah Sabtu 3 Juni 2023 jam 12.00 – 15.30 WIB di Dusun Dumpuh, Argodadi, Sedayu, Bantul. Narasumber: Dra. Nike Triwahyuningsih, MP., Amrina Yasmine Shafira, Hj. Tsalis Siswanti






  











 


Minggu, 21 Februari 2021

BIMBINGAN TEKNIS I : PENGELOLAAN SAMPAH DI PEDESAAN

Dusun Soka, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kab Bantul. 
Rabu, 27 Januari 2021

Mendampingi mahasiswa KKN-IT UMY angkatan 132, memberikan penyuluhan tentang "Pengelolaan Sampah di Pedesaan dan Pemanfaatannya untuk Mendukung Ketahanan Pangan di masa Pandemi". 
Peserta Bimtek adalah perwakilan ibu-ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Ds. Soka
Materi yang diberikan mencakup: 
1) Pengelolaan Sampah Organik; 
2) Pengelolaan Sampah Non Organik; 
3) Teknik Pemilahan Sampah
Penyuluhan akan dilanjutkan dengan pendampingan teknis pembuatan aktivator decomposer (MOL), pembuatan kompos Bokhasi, pengolahan sampah rumah tangga dengan komposter ember tumpuk, pemanfaatan pupuk organik untuk pengembangan Warung Hidup dan Apotik Hidup. Pelatihan lain yang juga diberikan adalah: praktek manajemen bank sampah, pembuatan pot dengan bahan kain bekas.

Narasumber: Nike Triwahyuningsih; Yuli Pratiwi








  


Selasa, 03 November 2020

Bimbingan Teknis Pembuatan Biopestisida untuk Tabulampot

BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN BIOPESTISIDA

BERKUNJUNG KE KAMPUNG JAMBU, KAMPUNG IKLIM
Gemblakan Atas, Kalurahan Suryatmajan, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta
Rabu, 21 Oktober 2020

Kampung ini berada di tengah kota Yogyakarta yang cukup padat dengan perumahan yang berhimpitan. Tetapi ada yang unik dengan kampung ini. Setiap rumah memiliki berbagai jenis tanaman jambu air yang sedang lebat-lebatnya berbuah. Ada tidak kurang 14 jenis jambu air yang ditanam sejak 1-2 tahun yang lalu. Sekarang warga sedang menikmati panen raya.

Berbagai produk hasil olahan jambu juga sudah dihasilkan, dengan pengemasan yg cukup bagus, dan beberapa di antaranya sudah masuk supermarket. Dodol, manisan, sambel, keripik, eggroll, syrup, dan produk-produk lain yg jumlahnya tidak kurang dari 35 macam, tentu sudah melewati usaha uji coba yang tidak sebentar. Jika tidak ada pandemi, warga bahkan berencana untuk mencatatkan berbagai variasi produk tsb ke MURI.

Saya datang bersama Ir. Nizaruddin (konsultan pertanian), dengan didampingi ibu Ir. M.A. Dwi Astuti (Kepala Sekdi BUB dan sekaligus Plt Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta) dan bapak Ir. Eka Yulianto (Ketua Kelompok Tani Perkotaan Sidodadi Tompeyan Tegalrejo) untuk memberikan bimbingan teknis "Budidaya Jamu Air dan Pemasaran". Secara khusus saya diminta untuk memberikan bimbingan dan pelatihan tentang "Bipestisida/Pestisida Hayati, Solusi Pertanian Ramah Lingkungan untuk Pengendalian Hama dan Penyakit Jambu AIr".

Pada bimtek ini diberikan pelatihan 5 teknik pembuatan biopestisida berdasarkan hama/penyakit sasaran, yaitu:
1. Biopestisida nasi basi untuk hama kutu kebul, ulat, belalang
2. Biopestisida daun pepaya untuk hama ulat, aphid, rayap, belalang, dan ulat bulu
3. Biopestisida empon-empon untuk hama semut, larva ulat, ulat bulu
4. Biopestisida bawang putih untuk hama nematoda (cacing akar)
5. Pembuatan Atraktan Petrogenol untuk hama lalat buah

 



Materi dapat dilihat di: Materi Bimtek Biopestisida