Tema: Pengenalan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Berbagai
Macam Produk Bernilai Ekonomi
Sampah merupakan
sektor penyumbang emisi gas rumah kaca di Indonesia. Kabupaten Bantul di Daerah
Istimewa Yogyakarta berpotensi besar menyumbangkan emisi gas rumah kaca dari
sampah yang berasal dari sektor rumah tangga, pertanian, peternakan, dan
wisata. Dari jumlah rata-rata sampah
yang mencapai hampir 500 ton per hari, lebih dari 50 % adalah sampah organik. Timbunan sampah organik di tempat-tempat pembuangan sampah mengalami
dekomposisi anaerobik (tanpa oksigen), dan proses ini menghasilkan gas metana, yang
merupakan GRK yang sangat kuat. Selain metana, gas rumah kaca yang potensial
dihasilkan dari sampah adalah CO₂ yang berasal dari dekomposisi aerobik,
pembakaran sampah, transportasi dan pengolahan sampah pada fasilitas pengolahan
sampah bermesin yang menggunakan bahan bakar fosil.
Pengelolaan sampah yang
baik dan berkelanjutan, seperti pengurangan sampah dari sumbernya, pemilahan, daur ulang,
pengomposan, dan teknologi pengolahan sampah yang menghasilkan energi
dengan emisi rendah, sangat penting dalam upaya pencegahan (mitigasi) pemanasan
global dan perubahan iklim.
Kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan
pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam mengelola sampah perlu terus
dilakukan, termasuk yang dilaksanakan di Kalurahan Parangtritis. Sasaran kegiatan
ini adalah kelompok-kelompok masyarakat, kelompok-kelompok tani dan peternak,
termasuk juga kelompok- kelompok masyarakat yang bekerja di kawasan wisata
pantai di Parangtritis. Kegiatan
dilaksanakan menggunakan metode sosialisasi (ceramah) tentang pengelolaan
sampah yang mencakup pengurangan dan
penanganan sampah, dilanjutkan dengan pelatihan ketrampilan mengolah berbagai
sampah organik. Kegiatan
pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan warga
masyarakat Kalurahan Parangtritis dalam mengelola dan mengolah sampah organik.
Kegiatan ini bertujuan untuk: meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah organik; meningkatkan ketrampilan masyarakat dalam mengolah sampah
organik rumah tangga
yang sudah membusuk
dengan untuk menghasilkan kompos, POC, kompos maggot, dan olahan maggot;
serta meningkatkan ketrampilan masyarakat dalam mengolah sampah organik buah
dan sayuran yang masih segar untuk dibuat eco-enzyme
dan produk turunannya (sabun, biopestisida, lulur, dll).
Kegiatan ini
dilaksanakan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul dan
Pemerintah Kalurahan Parangtritis. Sasaran dari kegiatan
ini adalah ibu-ibu
anggota PKK dan Lembaga
Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kalurahan Parangtritis, Kecamatan Kretek,
Kabupaten Bantul, DIY. Pelaksanaan kegiatan adalah hari Kamis 7 September 2023 dilanjutkan Sabtu-Minggu 9-10 September 2023